Maaf Aku Harus Melepasmu
16 Maret 2010Berapa hari terlewati aku tak tahu.. aku tak pernah mengitung hari-hari yang telah kulewati tanpamu. Karena menghitung dan mengingatnya hanya akan membuat hatiku terluka. Kita pernah saling mencintai dulu.. hubungan yang kuharapkan tak seumur jagung, namun ternyata hanya seumur jagung. Jodoh memang bukan kita yang mengatur, seperti pertemuan kita di dunia maya...
Semua sudah diatur yang kuasa. Kamu sempat menjadi jawaban atas doa ku.. ya diumur yang telah mencapai seperempat abad, aku belum pernah merasakan adanya getaran di dadaku.. Belum pernah merasakan apa itu namanya jatuh cinta.. cinta monyet? Ya aku pernah, namun sekedar mengagumi saja.. tapi bukan jatuh cinta.
Ternyata tak perlu waktu lama, untuk dikabulkannya permintaanku... kamu masuk kedalam hidupku.. singkat, tanpa permisi, tanpa mengetuk.. kamu langsung masuk kedalam hatiku.. Kita bermain api, kita tahu itu sangat tahu dan sangat sadar, perlahan namun pasti kita terbakar di dalamnya.. Kita menikmati saat-saat kita berdua, chating dari malam hingga pagi, yang dilanjutkan dengan telp, kemudian sms seharian. Ya.... Kita merasa muda lagi... for the first time I fall in love. takkan pernah hilang dari ingatanku... saat itu waktu serasa berhenti.. jarak seakan tak berarti bagi kita.. ya kita terpisah pulau..
Aku tak pernah menduga cupid memanah hatiku dengan sangat tepat kali ini, sangat dalam... aku jatuh cinta dengan orang yang belum pernah kutemui.. orang yang hanya kukenal dari maya... Aku menyebutnya my Falling Star...
Kini perjalanan kita harus diakhiri.. bukan cinta yang salah, bukan salahmu maupun salahku, Namun waktu dan kondisi belum berpihak kepada kita. Walau kamu sering membuatku terluka namun aku selalu tersenyum dan memaafkanmu. karena.. "ketika aku menerimamu, aku menggunakan hatiku, saat aku mencintaimu aku menggunakan logika ku dan ketika aku melepasmu.. logikaku yang bekerja walau hatiku memberontak."
Aku hanya ingin sampaikan terima kasih kamu telah mengenalkan rasa itu kepadaku.. terima kasih telah mencintaiku dengan begitu besar.. kini kuharap kita bisa berteman lagi.. walau mungkin susah bagimu.. aku kan menunggu hingga saat kita bisa berteman kembali, bercanda seperti dulu... aku bahagia jika kau bahagia... di depanku, tak ada yang perlu kau tutupi.... Tepatilah janjimu...
Senja itu.. mungkin hanya akan menjadi impian bagi kita berdua.. dan aku mungkin hanya akan menjadi "perempuan dalam mimpimu"
